IKLAN 2

Sunday, April 3, 2016

Alat ukur Dan Fungsinya

  • Jangka Sorong





 
 
Skala tetap pada jangka sorong disebut skala dasar (SD) dengan batas skala 10 cm.
Skala geser pada Jangka Sorong disebut skala pembantu (SP) dengan batas skala10
mm.
Kegunaan Jangka Sorong:
Digunakan untuk mengukur panjang, lebar, tebal, atau pun kedalaman benda/zat .
Ketelitian Jangka Sorong:
Paling tidak ada 2 jenis jangka sorong, yakni jangka sorong yang memiliki ketelitian
0,05 mm dan
yang memiliki ketelitian 0,1 mm.
Contoh penggunaan Jangka Sorong:
Pada pengukuran panjang sebuah balok kayu dengan menggunakan Jangka Sorong
dengan ketelitian 0.01 mm diperoleh penunjukan sebagai berikut:
1 mm + 2 (ketelitian) = 1 mm + 2 x 0.0 mm = 1,01 mm
  • Mikrometer Sekrup
 
Kegunaan mikrometer sekrup:
Alat ini biasanya difungsikan untuk mengukur diameter benda-benda berukuran
milimeter atau beberapa centimeter saja.
 
 
 
 
 
  •  Feller Gauge
 
Merupakan alat ukur yang sering dipakai untuk memeriksa jarak-jarak yang kecil atau ukuran celah-celah diantara dua permukaan. Karena daerah antara kedua permukaan ini sangat sempit sehingga diperlukan alat ukur tidak berskala yang bisa dipakai untuk menentukan ukuran tersebut. Alat ini dipakai secara luas dalam bidang pemesinan, fitting dan otomotif. Contoh penggunaannya yaitu untuk memeriksa kelonggaran katup pada mesin atau menyetel pisau mesin frais.
 
 Feeler gauge berguna untuk mengukur celah antara 2 permukaan yang rata.
Pengukuran celah dilakukan dengan memasukkan salah satu kaliper yang sesuai dengan celah yang di ukur. Jangan memaksakan kaliper yang tidak sesuai atau terlalu sesak karena dapat menyebabkan kaliper bengkok dan kemungkinan akan terjadi perubahan bentuk yang tetap. Apabila kaliper terlalu tebal dapat dipilih kaliper lain dengan ukuran di bawahnya. Ketelitian pengukuran dapat didapatkan dengan menggabungkan beberapa kaliper. Apabila sebuah kaliper dapat masuk dengan longgar, coba tambahkan dengan kaliper dengan ukuran terkecil. Kaliper-kaliper tersebut dapat ditambahkan sehingga didapatkan ukuran yang pas. Ukuran celah adalah jumlah dari ukuran kaliper yang dapat masuk dengan pas tersebut.
 
 Tingkat Ketelitian Feeler Gauge yaitu 0,01 mm.
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sunday, January 17, 2016

Pengertian Sistem pemindah tenaga




1.    Kopling                  : Menghubungkan dan memutus putaran / tenaga motor ke transmisi
2.    Transmisi           : Mengatur perbandingan putaran motor dengan poros penggerak aksel       sehingga menghasilkan momen putar yang diinginkan
3.    Poros penggerak : Meneruskan putaran / tenaga dari transmisi ke penggerak aksel dengan sudut yang bervariasi.
4.    Penggerak aksel  : - Penggerak sudut : Untuk memindahkan arah putaran poros                                                    penggerak kearah poros aksel.
                                      : - Differensial            : Untuk menyeimbangkan putaran kedua                                                          roda saat belok.
5.    Poros aksel          : Meneruskan putaran dari penggerak aksel ke roda.

. Penggerak roda belakang
-        Motor di depan






        Keuntungan :                                                   Kerugian :

- Kenyamanan pada jalan-                            - Pada jalan lumpur roda penggerak
aspal baik.                                                         Cepat selip jika tidak cukup beban
                                                                            di aksel belakang.

- Contoh pemakaian : Pada banyak kendaraan ( konstruksi standart )

- Motor di belakang



  Keuntungan :                                                   Kerugian :
- Pada jalan lumpur traksi                             - Kenyamanan kurang pada jalan
baik.                                                                   Aspal jika tidak cukup beban pada
                                                                            aksel depan.
- Contoh pemakaian : VW ,Bus Mercy

2. Penggerak roda depan :
- Motor melintang








Keuntungan :                                                            Kerugian :
- Keamanan tinggi jika roda penggerak               - Traksi jelek jika terdapat banyak
slip mobil masih stabil.                                            Beban  pada aksel belakang.
- Traksi baik, jika tidak terdapat banyak beban.
- Contoh pemakaian : Konstruksi lama misalnya : Renault.

- Motor Melintang







Keuntungan :                                                                 Kerugian :
- Menghemat tempat                                                    - Traksi jelek jika terdapat
- Penggerak sudut tidak diperlukan ( arah                     banyak beban pada aksel
putaran motor sama arah putaran aksel )                  belakang.
dan tidak memakai poros propeler.
Contoh pemakaian : Pada kebanyakan mobil sedang.

3. Penggerak empat roda






Keuntungan :                                                       Kerugian :
- Traksi sangat baik                                             - Harga mahal dan berat

Pada sistem penggerak empat roda dapat dibedakan :
a.    Penggerak empat roda selektif                    b. Penggerak empat roda permanen
- Dapat menggunakan aksel                           - Memerlukan penyeimbang
belakang pada jalan baik.                                Antara kedua poros roda
- Aksel depan dapat dihubungkan pada            penggerak
saat jalan jelek.                                              - Lebih mahal.

- Contoh pemakaian : Jeep, kendaraan lapangan, kendaaraan militer,
Misal : Toyota Land Cruiser, Taft.