IKLAN 2

Sunday, January 17, 2016

Pengertian Sistem pemindah tenaga




1.    Kopling                  : Menghubungkan dan memutus putaran / tenaga motor ke transmisi
2.    Transmisi           : Mengatur perbandingan putaran motor dengan poros penggerak aksel       sehingga menghasilkan momen putar yang diinginkan
3.    Poros penggerak : Meneruskan putaran / tenaga dari transmisi ke penggerak aksel dengan sudut yang bervariasi.
4.    Penggerak aksel  : - Penggerak sudut : Untuk memindahkan arah putaran poros                                                    penggerak kearah poros aksel.
                                      : - Differensial            : Untuk menyeimbangkan putaran kedua                                                          roda saat belok.
5.    Poros aksel          : Meneruskan putaran dari penggerak aksel ke roda.

. Penggerak roda belakang
-        Motor di depan






        Keuntungan :                                                   Kerugian :

- Kenyamanan pada jalan-                            - Pada jalan lumpur roda penggerak
aspal baik.                                                         Cepat selip jika tidak cukup beban
                                                                            di aksel belakang.

- Contoh pemakaian : Pada banyak kendaraan ( konstruksi standart )

- Motor di belakang



  Keuntungan :                                                   Kerugian :
- Pada jalan lumpur traksi                             - Kenyamanan kurang pada jalan
baik.                                                                   Aspal jika tidak cukup beban pada
                                                                            aksel depan.
- Contoh pemakaian : VW ,Bus Mercy

2. Penggerak roda depan :
- Motor melintang








Keuntungan :                                                            Kerugian :
- Keamanan tinggi jika roda penggerak               - Traksi jelek jika terdapat banyak
slip mobil masih stabil.                                            Beban  pada aksel belakang.
- Traksi baik, jika tidak terdapat banyak beban.
- Contoh pemakaian : Konstruksi lama misalnya : Renault.

- Motor Melintang







Keuntungan :                                                                 Kerugian :
- Menghemat tempat                                                    - Traksi jelek jika terdapat
- Penggerak sudut tidak diperlukan ( arah                     banyak beban pada aksel
putaran motor sama arah putaran aksel )                  belakang.
dan tidak memakai poros propeler.
Contoh pemakaian : Pada kebanyakan mobil sedang.

3. Penggerak empat roda






Keuntungan :                                                       Kerugian :
- Traksi sangat baik                                             - Harga mahal dan berat

Pada sistem penggerak empat roda dapat dibedakan :
a.    Penggerak empat roda selektif                    b. Penggerak empat roda permanen
- Dapat menggunakan aksel                           - Memerlukan penyeimbang
belakang pada jalan baik.                                Antara kedua poros roda
- Aksel depan dapat dihubungkan pada            penggerak
saat jalan jelek.                                              - Lebih mahal.

- Contoh pemakaian : Jeep, kendaraan lapangan, kendaaraan militer,
Misal : Toyota Land Cruiser, Taft.
 

















Macam-macam Rem Tromol

1. Rem tromol simplek


Cara kerja :
-     Bila ada tekanan di dalam silinder roda, sepatu rem terdorong ke arah luar ® terjadi gesekan antara permukaan gesek tromol dengan kanvas rem
Gaya pengereman sepatu primer (A) > Gaya pengereman sepatu sekunder (B)
-     Jika tromol berputar mundur _ “B” sebagai sepatu primer dan “A” sebagai sepatu sekunder
-     

Gaya pengereman » 2 X lebih besar






Keausan kanvas
Pada saat kendaraan maju, gaya pengereman yang diterima sepatu primer lebih besar dibanding sepatu sekunder, sehingga keausan sepatu primer lebih banyak. untuk itu kanvas sepatu primer dibuat lebih tebal , lebih keras atau kemungkinan lain silinder roda dibuat dua tingkat.
Ftorak I Ftorak II



Gaya rem     =   Gaya reaksi    x   nilai gesek

frem     =          N           x          m


F  =  Gaya pada sepatu rem
N  =  Gaya reaksi
f    =  Gaya gesek
m         =          Nilai gesek




Tromol Putar Maju
-     Sepatu primer:
Ã¥ MA = 0
F.a + f.e - N.b = 0
F. a + N. m.e - N.b = 0
F. a + N. ((m.e)-b)  = 0




 


          - F. a
N =
          (m.e)-b






-     Sepatu sekunder:
Ã¥ MA = 0
F.a + f.c + n.b  = 0
F. a + N. m.c - N.b = 0
F. a + N. {(m.c)-b}  = 0

          - F. a
N =
          (m.c)-b





2.    Rem tromol Duplek
Rem tromol duplek dapat di bedakan menjadi dua yaitu :

1.  Rem tromol duplek satu torak (Duplek)






1.    Silinder roda I
2.    Sepatu rem I
3.    Silinder roda II
4.    Tromol
5.    Sepatu rem II
6.    Pegas

Cara kerja

Gaya rem maju, kedua sepatu rem menekan tromol ® Masing-masing menjadi sepatu primer.





Gaya pengereman » 3,5 X lebih besar





Gaya rem mundur, kedua sepatu rem ditekan terbalik putaran tromol rem ® Masing-masing menjadi sepatu sekunder memberi gaya pengereman yang kecil.

Penyetelan secara manual dapat di stel pada ekstenter atau mur penyetel salah satu ujung sepatu rem masing-masing.

Penggunaan : Pada aksel depan


2.  Rem tromol duplek dua torak (Duo duplek)

Gaya pengereman » 3,5 X lebih besar
 

Konstruksi, menggunakan dua silinder roda dan masing-masing silinder roda mempunyai dua torak.

1.    Silinder roda I
2.    Sepatu rem I
3.    Silinder roda II
4.    Tromol
5.    Sepatu rem II
6.  Pegas

Cara kerja

Gaya rem maju/mundur, kedua ujung masing-masing sepatu rem secara bersamaan menekan tromol _ Gaya pengereman saat berputar maju dan mundur sama besarnya.





Penyetelan rem, dengan eksenter atau mur penyetel.

Penggunaan : Pada aksel belakang










3.  Rem Tromol servo satu torak



Konstruksi :
-     Menggunkan satu silinder roda dan sati torak
-     Dilengkapi baut luncur yang dapat bergerak bebas diantara ujung kedua sepatu rem
-     Kanvas rem II lebih panjang

1.    Sepatu rem I
2.    Gigi penyetel
3.    Tromol
4.    Sepatu rem II
5.    Pegas
6.    Silinder roda (satu torak)
7.  Baut penghubung
Cara kerja

Pada saat maju tekanan hidraulis menekan sepatu rem I ke tromol, mengakibatkan gaya rekasi untuk mendorong baut luncur kekanan dan menekan sepatu rem II ke tromol
Gaya bantu atau titik tumpu pada rumah silinder roda
Pada saat mundur, kedua sepatu rem terjadi gaya pengereman yang sama saat maju

Keuntungan :

Gaya pengereman 3 x lebih besar
Memberikan kekuatan pengereman sendiri

Kerugian :

Kedua sepatu rem lebih cepat aus, karena gaya rem besar

Penggunaan :
Aksel belakan
Rem tromol model servo dua torak (duo servo)


1.    Sepatu rem I
2.    Gigi penyetel
3.    Pegas
4.    Tromol
5.     Sepatu rem II
6.    Silinder roda (duo torak)


Cara kerja
Sama seperti jenis servo, tetapi untie jenis duo servo dilengkapi dengan dua torak di dalam silinder roda sehingga besarnya gaya yang diterima oleh tromol pada putaran maju dan mundur adalah sama besarnya
Titik tumpu terjadi pada anchor pin diatas silinder roda

Penyetelan
Pada mur diatas baut penghubung

1.    Sepatu rem
2.    Gigi penyetel
3.    Sepatu rem II

Penggunaan :
Pada aksel belakang

Anchor pin
Pengertian anchor pin
Sepatu rem perlu anchor pin untuk menumpu gaya rem
Sepatu rem terpasang pada anchor pin bersama plat pembawa

Sistemnya

Sistem pin tetap
Sepatu rem berputar pada keling anchor pin
Sepatu rem berputar pada pusat anchorpin
Keausan kanvas rem tidak rata
Mudah memblokir

Konstruksi :
Sederhana dan mudah perbaikannya


Sistem Geser
Sepatu bergeser keatas dan kebawah
Bisa memusat sendiri
Tidak sering memblokir


Sistem engsel
Kendaraan berat
Jarang digunakan



Sepatu rem dan kanvas
Kanvas dipasang mati pada sepatu rem
Macam-macam pemasangan kanvas








Kanvas yang dikeling diatas sepatu rem

Kanvas yang dilem diatas sepatu rem
Bahan kanvas rem
Bahan utama :
 Asbas, serbuk tembaga, kuningan dan timah hitam
Sifatnya : Lebih tahan terhadap panas dan penyebaran panas
Bahan tambah : Aspal & Plastik
Sifatnya : Sebagai penyebaran panasdan mengeraskan bahan utama

Lampiran
Penggunaan macam-macam tromol pada kendaraan
Model Tromol
Digunakan pada kendaraan merk, tipe, tahun

Model simplek

Model duplek

Model duplek duo sistem (duo diplek)

Model Servo

Model duo servo